Sabtu, 28 April 2012

Keji beling

Keji beling (Strobilanthes crispus Bl.)



Deskripsi
Tumbuhan keji beling
atau Strobilanthes crispus mudah berkembang biak pada tanah subur, agak
terlindung dan di tempat terbuka. Tumbuhan ini dapat hidup di daerah dengan
kondisi ekologis dengan syarat sebagai berikut. Hidupnya di ketinggian tempat 1
m - 1.000 m di atas permukaan laut dengan curah hujan tahunan 2.500 mm - 4.000
mm/tahun, iklimnya bulan basah (di atas 100 mm/bulan) 8 bulan - 9 bulan, bulan
kering (di bawah 60 mm/bulan) 3 bulan - 4 bulan, hidup di suhu udara 200 C -
250 C dengan kelembapan sedang, penyinaran sedang, tekstur tanah pasir sampai
liat, drainase sedang – baik, kedalaman air tanah 25 cm dari permukaan tanah,
kedalaman perakaran 5 cm dari permukaan tanah, kemasaman (pH) 5,5 – 7 dan kesuburan
sedang.
Tanaman
keji beling (Strobilanthes crispus) adalah tanaman terna yang biasa ditanam
masyarakat sebagai tanaman pagar, bisa tumbuh hampir diseluruh wilayah
Indonesia. Tanaman ini juga sebagai tanaman herba liar hidup menahun yang
banyak manfaatnya bagi kesehatan dalam penyembuhan beberapa penyakit. Dalam
bahasa lokal keji beling dikenal dengan sebutan : ngokilo, enyah kilo, keci
beling (Jawa), picah beling (Sunda).
Nama
Daerah
Jakarta:
Daun pecah beling
Jawa
Tengah: Daun keji beling
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Sub divisi : Dicotyledonae
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Asteridae
Ordo : Scrophulariales
Bangsa : Solanales
Famili : Acanthaceae
Genus : Strobilanthes
Spesies :
Nama :
Ciri-ciri
Habitat : Semak, tinggi 1-2 m.
Batang : Beruas, bentuk bulat, berbulu Kasar, percabangan monopodial,
hijau.
Daun : Tunggal, berhadapan, lanset atau lonjong, tepi beringgil, ujung
meruncing, pangkal runcing, panjang 9-18 cm, lebar 3-8 cm, bertangkai pendek,
pertulangan menyirip, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk bulir, mahkota bentuk corong, berambut, ungu,
kelopak berambut pendek, ungu, benang sari empat, putih, kuning.
Buah : Bulat, coklat.
Biji : Bulat, kecil, pipih, coklat.
Akar : Tunggang, coklat muda

Kandungan mineral
kalium,
kalsium, natrium, ferum, fosforus, asam silikat, tannin, alkaloida,
saponin, flavonoida, polifenol,glikosida dan terdapat juga vitamin C, B1 dan B2.
Beberapa
penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya

1. Kencing
kurang lancar : ambil daun keji beling segar sebanyak 25 gram, dicuci
bersih lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring
kemudian diminum sekaligus. Lakukan pada pagi atau siang hari.

2. Batu
kandung kencing : ambil segenggam daun keji beling dan 1 tongkol jagung
muda, cuci sampai bersih. Setelah itu direbus dengan 2 liter air sampai tersisa
1 liter. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan pada pagi dan sore
hari, masing -masing 1/2 gelas.

3. Batu
ginjal : ambil daun keji beling sebanyak 50 gram, meniran segar 7 batang,
dan daun ungu 7 lembar. Dicuci sampai bersih kemudian direbus dengan 4 gelas
air sampai menjadi 2 gelas. Setelah itu dinginkan dan saring. Diminum 3 kali
2/3 gelas per hari.

4. Sembelit : ambil 1/2 genggam daun keji beling segar, cuci bersih lalu direbus dengan 2
gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.

5. Tumor
Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
Cara pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara
teratur.
Pantangan: Ikan Asin, cabai, tauge, sawi putih, kangkung, nanas, durian,
lengkong, nangka, es, alkohol dan tape, limun dan vitzin.

6. Diabetes
Mellitus
Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara
teratur.
Pantangan: makanan yang manis-manis.

7. Lever
(sakit Kuning)
Bahan: Daun Keeji Beling mentah dan segar 3 lembar.
Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara
teratur.
Pantangan: makanan yang mengandung lemak.
8. Ambeien
(wasir)
Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara
teratur.
Pantangan: Daging kambing dan makanan/masakan yang pedas.

9. Kolesterol
tinggi
Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara
teratur.
Pantangan: makanan yang berlemak.

10. Maag
Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara
teratur.
Pantangan: makanan pedas atau asam.

11. Kena
Bisa Ulat dan Semut Hitam
Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 1 lembar.
Cara Pemakaian: digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut
mengeluarkan air dan hancur. Dilakukan 2 kali
setelah berselang 2 jam.

Sumber :
http://tumbuhanektum.blogspot.com/2011/12/keji-beling-strobilanthes-crispus-bl.html

By: Akhyarul Rijal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar